Sebelum"Aku" (1943)Pujangga Baru. Sebelum "Aku" (1943) Sungguh saya terkejut ketika Saut Situmorang, penulis buku kumpulan esai Politik Sastra (2009) dan Sastra dan Film (2022), menyodorkan sebuah pernyataan sembrono dalam sebuah tayangan, yang diunggah oleh kanal Creatief melalui media Youtube, bahwa Chairil Anwar melakukan suatu
Salahsatu bentuk karya yang mempunyai dasar untuk membangkitkan rasa semangat bangsa adalah karya sastra yang berbentuk roman. "Layar Terkembang" adalah salah satu roman yang diciptakan oleh Sutan Takdir Alisjahbana..Tema pokok dari Layar Terkembang ialah perjuangan dalam mencapai kebesaran dan kejayaan bangsa, terutama yang harus dilakukan oleh kaum muda yang harus berjiwa baru.
Kenalkan Aku Hewan (kumpulan puisi anak-anak, 1976) Puisi-puisi Langit (1990) Rerumputan Dedaunan (terj. antologi puisi, 1993) Tirani dan Benteng (1993) Jadi Orang Indonesia (1998) 7.Sutan Takdir Alisyahbana. Prof. Dr. Mr. Sutan Takdir Alisjahbana (STA) merupakan sastrawan, budayawan, dan cendekiawan Indonesia yang terkenal dan terkemuka.
Puisi "Menuju ke Laut" karya Sutan Takdir Alisjahbana ini menggunakan laut untuk mengungkapkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. • Ada pula seorang sastrawan Pujangga Baru lainnya, Sanusi Pane yang menggunakan laut sebagai sarana untuk mengungkapkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Sedangkan kumpulan puisi pertama Sitor Situmorang baru terbit tahun 1953, persis setelah sepulangnya dari Eropa. Ketika itu ia secara kebetulan bertemu dengan Sutan Takdir Alisjahbana (STA), yang waktu itu memiliki penerbit Pustaka Rakjat, lalu menerbitkan kumpulan puisi Sitor.
QZCOd. 0% found this document useful 0 votes599 views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes599 views5 pagesPuisi Aku Dan Tuhanku Oleh Sutan Takdir AlisjahbanaJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Puisi Kepada Kaum Mistik Sutan Takdir Alisjahbana - Puisi Kepada Kaum Mistik Sutan Takdir Alisjahbana Kepada Kaum Mistik IEngkau mencari Tuhanmu di malam kelamBila sepi mati seluruh bumiBila kabur menyatu segala warnaBila umat manusia nyenyak terhenyakDalam tilam, lelah aku, Tuhanmu Tuhan diam kesunyian! Tetapi aku bertemu Tuhanku di siang-terangBila dunia ramai bergerakBila suara memenuhi udaraBila nyata segala warnaBila manusia sibuk bekerjaHati jaga, mata terbukaSebab Tuhanku Tuhan segala gerak dan kerja Aku berbisik dengan Tuhankudalam kembang bergirang ronaAku mendengar suara Tuhankudalam deru mesin terbang diatas kepalakuAku melihat Tuhankudalam keringat ngalir orang sungguh bekerja IIBerderis decis jelas tangkasTangan ringan tukang pangkasMenggunting ujung rambutkuJatuh gugur bercampur debu Aku melihat Tuhanku AkbarUjung rambut di tanah terbabarTeman, aku gila katamu?Wahai, kasihan aku melihatmu Mempunyai mata, tiada bermataDapat melihat, tak pandai melihatSebab beta melihat Tuhan di-mana2Diujung kuku yang gugur diguntingPada selapa kering yang gugur ke tanahPada matahari yang panas membakar 19 Oktober 1937 *
puisi aku dan tuhanku karya sutan takdir alisjahbana